Spoonerisme (Spoonerism) atau Keseleo Lidah yang Bikin Blibet

spoonerisme

Spoonerisme (spoonerism) adalah fenomena berbicara yang dianggap sebagai sebuah kesalahan karena adanya transposisi fonetik baik huruf mati, huruf hidup atau morfem yang mana tempatnya terbolak-balik.

Bagaimana awal mula ditemukannya istilah Spoonerisme?

Nah, tahukah kalian bahwa istilah spoonerisme sendiri diambil dari nama orang? William Archibald Spooner (1844-1930), dia adalah seorang penjaga di New College, Oxford, Inggris. Spooner terkenal dengan cara bicaranya yang sering terbolak-balik.

Orang Indonesia mengidentifikasi orang dengan sindrom ini sebagai akibat keseleo lidah. Tentu saja sebutan ini adalah kiasan, tidak mungkin lidah yang tak bertulang bisa keseleo.

Spoonerisme disebut juga dengan istilah lain yakni selip lidah atau dalam bahasa Inggrisnya slip of the tongue.

Bagaimana bisa terjadi?

Keseleo lidah bisa terjadi bila seseorang yang berbicara merasa gugup, terlalu cepat berbicara atau karena kurang konsentrasi.

Spoonerisme tidak hanya terjadi pada  kata, tetapi juga pada frasa maupun kalimat. Sebab manusia mempunyai kemampuan mengoreksi bahasa masing-masing dari tuhan, maka orang yang mendengar cenderung masih dapat mengerti apa yang dimaksud pembicara tersebut. Contohnya sebagai berikut.

ayo pesan gojek sekarang menjadi ayo pesan joget sekarang. 

rambu lalu lintas menjadi lambu ralu lintas.

Sekarang ini, banyak orang yang menyengaja membola-balikkan huruf untuk diplesetkan menjadi guyonan. Seperti itilah ‘hil-hil yang mustahal’ untuk ‘hal-hal yang mustahil’ sangat terkenal. Raffi Ahmad, Sapri, dan kawan-kawannya sering menggunakan istilah-istilah plesetan.

Apakah Perbedaan Spoonerisme dan Paparaxis?

Bila spoonerisme terjadi akibat adanya faktor yang telah dijelaskan di atas, maka berbeda dengan paparaxis. Meski pun keduanya sama-sama disebut sebagai sindrom keseleo lidah.

Parapraxis sendiri juga merupakan kesalahan berbicara namun lebih dari itu paparaxis diyakini bisa mengungkapkan hal sebenarnya yang muncul dalam alam bawah sadar. Biasanya terjadi bila seseorang terus mencoba untuk menekan dan membatasi pemikiran mereka.

Baca juga >>  Kilas Balik Novel Larung yang Melawan Tabuh di Indonesia

Sigmund Freud menjelaskan bahwa paparaxis ini tanda yang menuntun pada kondisi psikologi yang mendalam pada diri seseorang. Contohnya saat seorang pacar laki-laki salah menyebutkan nama pasangannya.

Terlepas dari pendapat tersebut dapat kita pahami bahwa spoonerisme dan paparaxis merupakan hal yang sama sekali berbeda. Spoonerisme berfokus pada kesalahan penempatak fonetik, sedangkan paparaxis terjadi karena keliru menyebutkan apa yang seharusnya disebutkan.

Demikian artikel ini dibuat agar tidak lagi keliru membedakan antara spoonerisme dan paparaxis. Semoga bermanfaat!

Baca artikel lainnya:

Letak perbedaan konsep alih kode dan campur kode

Ketahuilah penyebab kamu bermasalah dengan pronunciation

Hubungan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *