Tips Presentasi Menggunakan Teknik Story Telling

Tips Presentasi Menggunakan Teknik Story Telling

Story Telling atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kegiatan bercerita umumnya identik dengan anak-anak. Memang kebanyakan kegiatan bercerita lebih banyak dimanfaatkan untuk menyalurkan karya sastra berupa dongeng. Padahal tidak dipungkiri baik kalangan remaja atau dewasa pun senang diajak bercerita.

Teknik story telling sebenarnya dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Bahasan kali ini bukan tentang ceritanya, melainkan teknik yang digunakan untuk menyampaikan cerita tersebut. Nah, cara inilah yang bisa kita pakai untuk presentasi, simak yuk tipsnya!

Kuasai materi presentasi dan teknik story telling

Tahapan pertama ini sebenarnya kewajiban yang tidak bisa diganggu gugat. Sebab, materi yang matang akan membangun kepercayaan diri yang lebih tinggi sehingga memancarkan kesiapan untuk bertemu dengan audien.

Meskipun kita mampu menguasai teknik story telling, namun tidak menguasai materi maka bahasan kita tidak akan terkontrol. Bukan berarti seseorang tidak dapat melakukan presentasi, tetap saja bisa sebab dia telah mempunyai keterampilan public speaking. Namun, jika dipandang dari segi kualitas pembicaraan akan terdengar berbelit-belit dan berputar-putar.

Oleh karena itu, tahap ini menjadi tahapan pokok dan dasar bagi seorang pemateri untuk melancarkan sesi presentasinya. Sebab materi adalah senjata bagi pemateri itu sendiri.

Kenali audien dengan baik

Mengenali lawan bicara sudah barang tentu membantu kita dalam melakukan presentasi. Dengan mengetahui sedikit banyak tentang siapa orang-orang yang akan dihadapi akan memberikan referensi bagi kita dalam menentukan bahasa mana yang baik dan sopan untuk digunakan, tindakan seperti apa yang patut diambil, dan sebagainya.

Sudah barang tentu, kita tidak akan melakukan presentasi di depan dosen penguji selayaknya melakukan presentasi di depan teman-teman sekelas sekalipun dengan menggunakan teknik story telling ini. Tidak hanya itu, mengenali audien akan membantu kita untuk mempersiapkan mental pribadi agar mampu menyesuaikan diri.

Baca juga >>  Trik Belajar Bahasa Inggris Dari Lagu dengan Cepat

Buka dengan rahasia khas story telling

Memancing rasa penasaran audien sangatlah penting. Bila audien tertarik dengan materi yang kita bawakan maka respon yang diberikan pun akan setimpal. Maka dari itu penting sekali untuk mengambil alih perhatian audien sejak awal.

Hampir semua cerita dalam stroty telling dimulai dengan pembukaan yang apik, seperti pendeskripsian tokoh, latar, suasana, dan lainnya. Pada saat presentasi, pemateri dapat memancing dengan pertanyaan yang menyentil atau permasalahan yang besar. Setelah itu giringlah audien untuk memasuki dunia presentasi yang kita rencanakan.

Sentuh perasaan audien

Pada kesempatan ini alangkah baiknya kita mencari benang merah antara hubungan pribadi audien dengan materi yang dibawakan. Setiap orang memiliki sense  yang dapat mengontrol diri mereka masing-masing. Bila rasa tersebut dapat kita sentuh dengan cara yang tidak kentara oleh audien, maka kita sukses untuk mengontrol mereka.

Menyentuh sense dengan teknik story telling sangat memungkinkan terjadi. Hal tersebut karena kita memiliki latar belakang budaya yang sama. Pada umumnya, orang Indonesia akan tersentuh saat membahas orang tua, keluarga, guru, orang miskin, dan sebagainya.

Bangun kepercayaan mendalam

Saat kita benar-benar telah menjadi bagian dari diri mereka dan dapat diterima dengan baik. Pada saat itu pula cobalah untuk membangun relasi dengan audien. Buat mereka percaya dan jaga kepercayaan tersebut sampai pada penghujung sesi presentasi.

Berikan fakta-fakta atau bukti-bukti yang mendukung materi bahasan kita. Jangan berikan kesempatan audien untuk mencurigai apa yang telah kita sampaikan. Mereka akan mengingat betul setiap detail gerak dan pembicaraan kita bila kepercayaan tersebut telah terbangun. Kepercayaan bukan hal yang mudah didapatkan, sehingga perlu adanya usaha-usaha yang sepadan.

Baca juga >>  Memanfaatkan Keterampilan Menulis, Paket 2 in 1 untuk Belajar Bahasa Inggris

Mengapa story telling disukai? Jawabannya adalah karena teknik ini tidak menggurui dan mengajak pendengar dengan cara yang ramah. Maka dari itu, teknik ini sangat dianjurkan saat presentasi atau dalam menghadapi interview pekerjaan.

Baca juga artikel:

7 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Diskusi

Tips Agar Otak Tetap Fresh Sepanjang Hari

Bahasa dan Otak Manusia

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *